Floria Zulvi. A girl who loves Jason Mraz with every single breath in her life.. She lives passionatly. The next journalist soon to be. Study Journalism at IISIP Jakarta'11. Addicted to Milo and Prague. Not an Ordinary girl because she has an extraordinary life. Korean Drama Enthusiast, Kim Jong Kook lover, Fan of Kang Gary, Kim Si Hoo geek - but after all i'm Mraz Woman

Janji Feli (2)

    Dengan perlahan Feli membuka pesan dalam yang baru saja diterima oleh handphonenya. Sejurus kemudian dibuatnya Feli tertegun oleh pesan yang terkandung di dalamnya. Isi pesan tersebut benar-benar merubah apa yang telah Feli perkirakan. Sekarang, ia membenci Ilon. Perasaannya telah berubah sedetik yang lalu. Ia kini mengerti mengapa Ilon berkata bahwa tak semua yang Feli inginkan dapat diraihnya.

Aku sadar ternyata sayangku cuma untuk Risa. Aku ga mau kecewain dia. Semua udah aku lakuin buat dia. Aku serius sama dia, Fel”

   Kejadian seperti ini sudah berulang kali dialami Feli. Namun, hal ini sungguh berbeda rasanya. Disaat Ilon telah meyakinkannya bahwa mereka akan bersama lagi nanti, beberapa bulan kemudian Ilon malah berubah fikiran.

Risa. Perempuan sialan itu adalah perempuan yang merebut Ilon dariku dulu. Dan sekarang mengapa ia kembali lagi? Dasar laknat!”

Ingatan Feli terpaksa dibuat kembali ke beberapa tahun yang lalu saat Ilon menelponnya untuk memutuskan hubungan mereka.

Ilon : “Aku mencintai orang lain, maaf”

Feli : “Kamu…mencintai orang lain disaat aku berusaha mempertahankan hubungan kita? Disaat aku berusaha membuat hatimu selalu bahagia walau jarak kita jauh? Kamu mencintai orang lain disaat aku menutup diriku agar tidak tergoda oleh laki-laki lain? Iya?! Dan kamu sekarang berani membalas pesan dari perempuan bangsat itu saat sedang menelpon aku, IYA?! Kamu keterlaluan, Lon! Aku kira kamu bisa memegang janji, ternyata?!

Ilon : “Aku mencintai dia karena dia mirip kamu, Fel. Aku mencintai kamu, tapi kamu jauh. Disini aku gak kuat”

Feli : “Seberapa besar kamu mencintai dia?”

Ilon : “Sama seperti aku mencintai kamu”

tuutt…tuutt…tuutt..

Kenapa juga sih gue harus inget kejadian memuakan itu? Kamu emang gak pernah berubah, Lon. Andai kamu mengerti mengapa aku tetap bertahan seperti ini. Andai kamu mengerti bahwa aku seperti ini dikarenakan suatu janji. Andai kamu tak menawarkanku janji, Lon. Dan, andai aku tak berjanji kepada dia yang aku sayang”

*Bersambung*